7 Teknik Pengambilan Gambar Yang Sempurna

Seni memotret adalah suatu seni yang sangat indah, karena dengan kemampuan lensa camera yang anda miliki, anda dapat menangkap berbagai macam jenis gambar yang anda inginkan. Dan berikut ini adalah beberapa teknik dalam memotret atau mengambil gambar yang dapat anda aplikasikan di tempat anda.

sumber : kukuhsambodo.wordpress.com

sumber : kukuhsambodo.wordpress.com

1. Mengkomposisikan subyek (rule of thirds).
Komposisi adalah hal basic mengenai bagaimana kita meletakkan subyek photo pada bagian photo dibanding dengan elemen lain pada photo. Untuk beberapa pemula subyek photo kerap diposisikan di bagian tengah photo. Saat ini cobalah suatu hal yang tidak sama dengan tak menempatkannya ditengah. Langkah awal dengan bikin garis imajiner yang membagi bagian photo jadi tiga sisi kearah vertikal ataupun horisontal. Pada sebagian DSLR, anda tinggal aktifkan sarana grid, hingga bakal nampak garis-garis pada viewfinder. Lalu tempatkan subyek photo anda pada sepertiga sisi luar itu, dapat dimanapun asal janganlah dibagian tengah. Peletakan subyek photo dalam posisi ini bakal memperkuat kesan dinamis satu photo, langkah tersebut lebih di kenal dengan arti rule of thirds.

2. Posisi tinggi kamera pada mata subyek (eye level).
Posisi tinggi kamera pada subyek yang difoto yakni dapat lebih tinggi, sejajar, atau lebih rendah. Lantaran malas terkadang kita selalu memphoto subyek dalam posisi setinggi kita berdiri. Saat ini cobalah anda yang perlu ikuti tinggi subyek yang difoto. Bila memphoto anak-anak cobalah ambillah posisi jongkok hingga kamera setinggi pandangan mata (eye level) anak itu. Pada pemotretan bayi atau type satwa spesifik mungkin anda butuh posisi yang bahkan juga lebih rendah lagi, dengan tiarap ditanah umpamanya. Tehnik ini banyak menolong untuk membuahkan photo yang tambah baik pada pemotretan manusia, satwa, dll.

3. Pojok pengambilan gambar (angle of view).
Janganlah terpaku selalu mengambil gambar dengan posisi setinggi kita berdiri. Coba melakukan eksperimen dengan mengambil pojok pengambilan gambar yang tidak sama. Dari pojok pengambilan gambar yang lebih rendah (low angle) maupun dari pojok yang lebih tinggi (high angle). Mencari tempat yang sangat mungkin anda dalam posisi yang lebih tinggi atau rendah. Misalnya anda dapat berbaring di lantai untuk pojok memphoto yang lebih rendah atau memakai kursi serta tangga, untuk pojok pemotretan yang lebih tinggi. Dengan macam pojok pengambilan gambar, anda memiliki lebih beberapa pilihan serta dapat memastikan photo yang paling baik salah satunya.

4. Format pengambilan gambar (vertical/horizontal)
Bila beberapa besar photo bakal sukses baik dengan format horisontal (landscape), mengapa lalu anda tak coba memvariasikan dengan mengambil juga dalam format vertikal (portrait). Hal semacam ini bakal memberi keleluasaan untuk pilih photo nanti. Beberapa hal yang baru bakal terpikir saat kita akan menyeleksi bebrapa photo hasil bidikan. Untuk peristiwa yang cuma sekali, begitu sayang bila anda tak memiliki sebagian pilihan, jadi macamkanlah format pengambilan gambar.

5. Mengunci titik konsentrasi (focus lock).
Sarana spesial penguncian titik konsentrasi dipunyai oleh beberapa besar DSLR, namun tak sekian perihal dengan sebagian type kamera saku. Akan tetapi penguncian konsentrasi pada semuanya type kamera termasuk juga kamera saku bisa dikerjakan dengan menghimpit rana/shutter release setengahnya. Tehnik ini bermanfaat saat titik konsentrasi kamera cuma ada ditengah tengah kita tidak mau meletakkan subyek photo ditengah namun pada komposisi lain sesuai sama apa yang diinginkan. Karenanya langkahnya dengan mengunci titik konsentrasi, tekan tombol focus lock atau tekan rana/shutter release setengahnya lalu komposisi lagi photo (recompose) sesuai sama apa yang diinginkan, sesudah cocok tekan rana/shutter release seutuhnya.

6. Gunakan flash.
Flash adalah kelengkapan kamera yang kerap dijauhi penggunaannya oleh sebagian fotografer. Tetapi dalam sebagian keadaan, flash malah bisa tingkatkan kwalitas hasil photo yang di buat. Umpamanya pada pemotretan siang hari di mana pada subyek photo manusia kerap muncul bayangan yang menggangu di bawah mata maupun hidung, dengan flash hal semacam ini dengan gampang bisa diatasi. Tehnik ini di kenal dengan arti fill in flash. Walaupun peran flash dapat ditukar reflector, tetapi tak kebanyakan orang mempunyai serta ingin membawa aksesori itu. Beragam tehnik penggunaan flash bakal dibicarakan pada panduan serta trik yang lain.

7. Lupakan ketentuan (break the rule).
Fotografi tidaklah matematika, hingga tak ada satupun ketentuan yang absolut. Tetapi sebelumnya coba tidak mematuhi ketentuan, pastinya anda mesti mengerti ketentuan lebih dahulu. Begitu lucu saat akan tidak mematuhi ketentuan namun di waktu yang sama tidak paham ketentuan apa yang bakal dilanggar. Lewat pemahaman yang baik pada ketentuan, photo yang di buat dengan tidak mematuhi ketentuan semakin lebih besar peluangnya jadi photo yang mengagumkan. Jadi coba melakukan eksperimen.

Semoga info di atas dapat membantu anda menemukan pencerahan dalam mempelajari seni memotret / photography, terima kasih. Semoga Bermanfaat.