Dari Batuk, Pria Ini Malah Didiagnosis Kanker Payudara

Screenshot_38

Saat bicara kanker payudara, senantiasa ada asumsi bila penyakit membahayakan ini cuma terkena wanita. Walau sebenarnya, pria juga miliki payudara, yang berarti mereka juga menanggung derita kanker ini.

Merilis situs Health, Senin (23/10/2017), seseorang pria mengungkap kisahnya jadi pasien kanker payudara.

Waktu itu th. 2013. Ronnie Pace barusan lakukan CT Scan sesudah berkonsultasi dengan sebagian dokter spesialis berkenaan batuk kering yang selalu dideritanya.

Saat kembali menjumpai dokter untuk lihat hasil pindainya, dokter mengemukakan berita yang membuatnya terhenyak. ” Anda mungkin saja tidak seringkali mendengar hal semacam ini dari dokter, ” tutur sang dokter, ” tapi anda mempunyai tonjolan di payudara kananmu. Kita dapat mencermatinya sepanjang enam bln.. ”

Pengucapan dokter ini pernah buat Ronnie bingung. ” Apa yang perlu dipantau? ” tanyanya bingung.

” Bung, anda mempunyai kanker payudara, ” papar si dokter sekali lagi.

Berita dari sang dokter pasti buat pria Amerika Serikat ini kaget. Jadi pria, diakuinya tidak menganggap juga akan mendengar hal tersebut. Terlebih dulu, dia juga tidak sempat mendengar mengenai pria terserang kanker payudara.

Kenyataannya, satu dari 1. 000 pria dapat terserang kanker payduara. Walaupun peluangnya kecil, tapi Ronnie tetaplah tidak ingin ambil resiko, serta mengambil keputusan untuk mencari tahu dengan tentu mengenai tonjolan di payudaranya itu.

Hasil biopsi tunjukkan, tonjolan di payudara Ronnie berbentuk ganas.

Mengerti masalah kanker payudara pada pria yaitu suatu hal yang langka, dia mengambil keputusan untuk lakukan perawatan ditempat yang memanglah telah umum mengatasi pasien kanker payudara, satu klinik di Houston, Texas.

Ronnie juga lakukan mastektomi, atau pengangkatan payudara. Karna memanglah, tak ada sangat beberapa pilihan perlakuan kanker payudara untuk pria.

Sistem mastektomi Ronnie jalan lancar. Serta walaupun sang ibu menanggung derita kanker payudara, Ronnie tidak mempunyai mutasi gen BRCA1 atau BRCA2, yang tingkatkan resiko kanker payudara. Ini berarti, kanker payudara yang dipunyai Ronnie kecil peluangnya untuk keluar kembali, cuma sekitaran 8 %.

Walaupun demikian, sesudah mastektomi, Ronnie mesti lakukan terapi hormon bernama tamoxifen, yang juga akan turunkan resiko kankernya keluar kembali.

” Paling tidak demikianlah yang berlangsung pada wanita, saya diobati dengan obat cuma ditest pada wanita, ” tuturnya. Ronnie tidak memerlukan radiasi atau kemoterapi, jadi dia fikir tersebut akhir dari kanker payudaranya.