Melirik Desain Burj Khalifa Dubai yang Fantastis

Burj Khalifa Dubai

Beragam pesona mewah kota Dubai kerap jadi sorotan. Salah satu wilayah makmur di Uni Emirat Arab ini disebut-sebut sangat ikonik dengan citra kemewahan. Mulai dari gaya hidup berkelas warganya hingga sejumlah konstruksi bangunan megah di tengah kota. Salah satunya adalah Burj Khalifa Dubai yang kini menjadi pencakar langit tertinggi sedunia.

 

Burj Khalifa Dubai

Burj Khalifa Dubai (pinterest)

Burj Khalifa memiliki ketinggian fantastis yaitu mencapai 868 meter. Saking jangkungnya, ujung bangunan Burj Khalifa dapat terlihat dari jarak 95 kilometer. Karenanya sejak dibuka 2010 silam, Burj Khalifa Dubai mendulang citra rekor dunia sebagai bangunan berstruktur bebas (tanpa penyangga) paling tinggi di dunia.

Pesona Burj Khalifa Dubai juga terdeteksi dari jumlah lantai terbanyak yang dihuni manusia di dunia, kemudian dek observasi outdoor tertinggi di dunia, dan karenanya mempunyai 54 lift dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Memecahkan rekor lift dengan jarak perjalanan terpanjang di dunia dan juga lift servis paling tinggi sejagat.

Kapasitas 160 lantai difungsikan untuk berbagai macam aktivitas publik. Antara lain perhotelan, kantor, restoran, mall, dan tentu saja menara pandang bagi wisatawan. Dari puncak menara tersebut wisatawan dapat memandang tata ruang kota Dubai yang dikelilingi sejumlah gedung pencakar langit.

Desain gedung pencakar langit seperti Burj Khalifa Dubai ini sangat menantang. Baik untuk sang perancang atau arsiteknya, namun juga untuk kontraktor yang melaksanakan pembangunannya. Disini Arsitek memilik tantangan bagaimana bangunan ini terlihat megah saat dilihat dari bawah/jalanan ataupun dari udara. Disini imajinasi si Arsitek berperan.

Namun tantangan terberat ada pada pihak ahli konstruksi. Mereka harus memastikan kekuatan bangunan Burj Khalifa Dubai sehingga mereka bisa kokoh diatas tanah. Diperhitungkan dari segi beban pasti luar biasa besar. Selain beban mati seperti furniture dan bangunan itu sendiri, mereka harus memikirkan beban hidup(bergerak) seperti manusia mobil dll.

Ditambah lagi beban angin adalah faktor yang sangat mempengaruhi untuk bangunan Burj Khalifa Dubai ini. Seperti pepatah “semakin tinggi pohon, maka semakin kencang angin menerpanya”, untuk kasus ini, ini benar-benar terjadi dan bukan hanya pepatah.

Para Ahli konstruksi harus memastikan beban angin yang besar tidak akan berpengaruh buruk terhadap bangunannya. Saat hitungan mereka selesai dan yakin bangunan tetap berdiri kokoh walaupun diterpa angina yang kencang. Mereka juga harus memikirkan dampaknya terhadap manusia di dalamnya. Dengan getaran kencang yang ditimbulkan oleh angina, maka para ahli harus memastikan getaran tersebut tidak membuat manusia di dalamnya mual-mual atau muntah karenanya.

Burj Khalifa memang layak menjadi ikon kebanggaan Dubai. Meski demikian agaknya kota ini tidak ingin rekornya tersalip pembangunan megah di belahan dunia lain. Oleh sebab itulah konstruksi ‘The Tower’ tengah dipersiapkan. Inilah gedung ikonik Dubai yang dirancang untuk menyaingi pesona Burj Khalifa Dubai. Seperti apa ya, nantikan saja kemewahannya di tahun 2020 mendatang.