Nissan Bicara Target Produksi Mobil Listrik

Screenshot_35Pemerintah sudah membidik mobil listrik bisa di produksi massal pada 2025 yang akan datang. Targetnya juga tidak main-main, sejumlah 400. 000 unit.

Nissan jadi satu diantara pemain otomotif di Indonesia terasa tujuan itu bukanlah hal yang mustahil terwujud. Seandainya dengan prasyarat spesifik.

“Selama pemerintah serius, bukanlah suatu hal yang susah. Pokoknya bagaimana menyiapkan regulasi secara cepat, tak ada yang mustahil, ” ucap Davy J Tuilan, Vice President Marketing and Sales PT Nissan Motor Indonesia (NMI) waktu didapati Otomania sekian waktu lalu.

Prasyarat ke-2 yaitu insentif yang di tawarkan untuk product mobil listrik ini nanti. Menurut Davy, pemerintah mesti mengusahakan keringanan untuk produsen ataupun customer yang sudah pilih product mobil listrik.

Yuk cek produk kendaraan ramah lingkungan Hoverboard, Smartbalancewheel, Smartwheel, Balancewheel, Blitzwheel !!

Cek yuk kendaraan masa depan Hoverboard, Smartbalancewheel, Smartwheel, Balancewheel, Blitzwheel !!

Cek juga kendaraan ramah lingkungan Hoverboard, Smartbalancewheel, Smartwheel, Balancewheel, Blitzwheel !!

Baca juga artikel kendaraan ramah lingkungan Hoverboard, Smartbalancewheel, Smartwheel, Balancewheel, Blitzwheel !!

Klik Hoverboard, Smartbalancewheel, Smartwheel, Balancewheel, Blitzwheel untuk kendaraan masa depan !!

“Bisa lewat perpajakan atau import duty. Dari Nissan menyarankan bea balik nama (BBn) waktu registrasi kendaraan. Di mana mobil konvensional dengan mesin bakar mesti lebih mahal dari mobil listrik, ” ucap Davy.

Nissan sendiri mempunyai tehnologi e-Power yang sudah diperkenalkan pada pameran otomotif sekian waktu lalu. Tehnologi ini buat persoalan infrastruktur mobil listrik (stasiun pengisian daya) dijembatani dengan tehnologi mesin konvensional sebagai pengisi daya untuk penggerak motor listrik.

“Kehadiran e-Power yang paling mendekati sekarang ini. Terutama apabila kelak regulasi mobil listrik atau LCEV diberlakukan serta bisa CBU sepanjang dua th. lantas import duty 0 % umpamanya, kita juga akan datangkan segera dari Jepang, ” ungkap Davy.